IKLAN KLIK AJA ....

Jumat, 14 Desember 2012

Pengecatan Sederhana

 No Sampel :

Tujuan :
     Untuk mengetahui bentuk dan warna bakteri pada pengecatan sederhan.

Prinsip :
     Bakteri hanya akan mengikat suatu macam cat warna / cat tunggal yang diberikan pada pengecatan sederhana.

Alat dan Bahan :
      Ohse bulat, obyek glass, mikroskop, pembakar spirtus, sampel bakteri, emersi oil, safranin / metylen blue

Cara Kerja :
     A. PEMBUATAN PREPARAT
1. Siapkan obyek glass yang bersih kering dan bebas lemak kemudian sterilkan diatas nyala api.
2. Ambil 2 - 3 ohse biakan bakteri secara aseptis menggunakan ohse bulat yang telah disterilkan diatas nyala api kemudian diratakan di permukaan obyek glass dengan ukuran 2x3.
3. Kering anginkan kemudian fiksasi diatas nyala api sebanyak 3 x.

     B. PENGECATAN
1. Genangi preparat yang sudah jadi dengan safranin / methylen blue selama 2 menit.
2. Buang sisa cat dan cuci dengan air mengalir kemudian kering anginkan.
3. Periksa dibawah mikroskop dengan obyektif 100x menggunakan emersi oil.
4. Gambar dan beri keterangan.

Hasil :

Bentuk : (......)
Warna : (......)
Susunan : (.......)
Cat : (......)
Back ground : (.....)

Kesimpulan :
Dalam sampel no. ( ) yang diperiksa ditemukan bakteri berbentu .... berwarna ....

Pembahasan :
Sel bakteri dapat teramati dengan jelas jika digunakan mikroskop dengan perbesaran 1000x dengan emersi oil. Pewarnaan ini digunakan untuk memperjelas bakteri dengan memberikan zat warna pada bakteri. Zat warna ini dapat mengarbsorbsi dan membiaskan cahaya, sehingga kontras sel bakteri dengan sekelilingnya ditingkatkan. Zat warna ini dapat bersifat asam maupun basa.
Pada zat warna asam bagian yang berperan dalam memberikan warna dan mempunyai muatan negatif. Contoh : Crystal violet, methylen blue, safranin, Basic Fuchsin, Malacyhte Green,
Sedangkan zat warna basa, bagian yang berperan dalam memberikan warna dan mempunyai muatan positif. Contoh : Eosin, Congo red dll.
Faktor faktor yang dapat mempengaruhi pewarnaan bakteri antara lain :
1. Fiksasi.
2. Peluntur warna.
3. Substrat.
4. Intensifikasi pewarnaan.
5. Penggunaan zat warna penutup.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar