Lucy adalah seorang wanita Amerika 25 tahun yang tinggal dan belajar di Taipei, Taiwan. Dia
tertipu oleh pacarnya, yang
majikan (Pak Jang) adalah bos mafia dan gembong narkoba Korea. Lucy memberikan tas Mr Jang yang mengandung obat disebut CPH4. Setelah
melihat bos itu menembak dan membunuh pacarnya, Lucy ditangkap dan dimanfaatkan untuk menyelundupkan narkoba
dan obat itu dengan ditaruhnya pada perut Lucy dan dijahit.Sementara itu diperjalanan Lucy ditangkap, salah satu penculiknya menendangnya di perut, dan tak sengaja obat yang ada diperut Lucy bocor dan menyebar kesistem saraf Lucy, akibatnya Lucy dapat meningkatkan kemampuan fisik dan mental, seperti telepati, telekinesis, perjalanan jiwa waktu, dan yang lainnya.
Merasakan kemampuan fisik dan mentalnya tumbuh, Lucy kembali ke hotel Pak Jang, membunuh pengawalnya, dan menyerang Mr. Jang.
Ia pun mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuhnya yang kemudian membawanya kepada Profesor Norman (Morgan Freeman), seorang ilmuwan yang tengah meneliti kemampuan otak manusia.
Setelah Lucy berbicara dengan profesor dan memberikan bukti kemampuannya berkembang, ia terbang ke Paris dan berkenalan dengan seorang kapten polisi setempat, Pierre Del Rio, untuk membantunya menemukan sisa tiga paket obat.
Selama perjalanan di pesawat. Kekuatannya terus tumbuh, akhirnya terpaksa ia mengonsumsi obat CPH4 untuk menyembuhkannya dan kemampuan Lucy semakin berkembang.
Disebuah Rumah Sakit terjadi perebutan oleh Lucy dan anggota geng dimana mereka saling tembak untuk mendapatkan obat CPH4 tersebut.
Di laboratorium profesor, Tubuhnya mulai bermetamorfosis menjadi zat hitam, tersebar di komputer dan benda-benda lain di laboratorium, ketika Lucy mencapai 100% dari kapasitas otaknya Lucy tiba tiba menghilang.
Segera setelah itu, suara ponsel Del Rio berbunyi dan itu pesan dari Lucy ". AKU DI MANA-MANA" .




















